Wednesday, March 15, 2006
Pulau Sebuku - dalam ingatan...
Jadul, saat saya masih nguli di sebuah perusahaan beinisial P**, saya berkesempatan mengunjungi tempat-tempat jauh, yg gak pernah saya bayangkan sebelumnya. Salah satu yg paling berkesan adalah Pulau Sebuku- Kalimantan Selatan yg termasuk dalam kabupaten kotabaru.

Untuk sampe ke sana saya harus menumpang pesawat imut (chartered air flight) - yg saya gak inget lagi jenis pesawatnya - dari Bandara Sepinggan Balikpapan. Yg jelas cuma cukup buat ditumpangi 6 orang plus pilot. Saking kecilnya itu pesawat, antara penumpang dan cockpit gak ada pembatas. Jd pilotnya ngapain aja kita bisa liat, bahkan iseng nawarin ke penumpang kalo ada yg mo nyoba pegang kemudi pesawatnya segala, ckckck...
Kalo naik pesawat kecil seperti ini ada hal yg unik. Penumpang harus ikut ditimbang bersama barang-barang bawaannya. Maklumlah kapasitas terbatas. Jd kalo penumpang terakhir kelebihanberat badan bawaan, dengan sangat terpaksa harus ditinggal dan menunggu jadwal penerbangan berikutnya yg bisa jadi baru ada beberapa hari lagi.
Sepanjang penerbangan selama +/- sejam lebih itu, jantung saya gak berhenti berdebar. Membayangkan di bawah sana hamparan laut semua, dan kalo jatuh saya pasti langsung kelelep karena cuma menguasai renang gaya batu ;P. Mana pesawatnya tiap sebentar oleng-oleng. Serasa bagai layang-layang yg ditiup angin!
Pas landing juga kejadian bikin saya takjub. Body pesawat bergetar tak seperti biasanya. Ternyata, landasannya memang cuma tanah berkerikil yg diratakan! Pffiuuh...
Proses transfer bagasi pun cuma dilakukan secara manual dibantu semacam kereta-keretaan yg ditarik oleh seorang bapak tua. Di seputaran airstrip itu terlihat berkeliaran beberapa ekor anjing liar yg musti di usir-usirin dulu kalo ada pesawat yg mo landing, hihihi...
Pulau Sebuku menjadi rumah buat sebuah mining company. Dan mining company inilah yg mendominasi kehidupan di pulau ini selain penduduk lokal, babi hutan nakal dan monyet nakal. Sering terjadi kecelakaan tabrak lari yg disebabkan oleh babi-babi hutan yg suka nyebrang sembarangan ato tiba-tiba pamer serudukan :P.
Sebenernya yg paling berkesan adalah ketika saya dan teman-teman ditempatkan di sebuah rumah kayu yg persis beberapa meter dibelakangnya terdapat pantai perawan yg indah banget. Nikmatnya tidur dibuai suara debur ombak......
Sayang kesana itu dalam rangka kerja, sehingga semua keindahan dunia itu gak bisa dinikmati dgn maksimal :(

Nah, sebuku pas di samping kanannya pulau laut-kota baru itu...
Untuk sampe ke sana saya harus menumpang pesawat imut (chartered air flight) - yg saya gak inget lagi jenis pesawatnya - dari Bandara Sepinggan Balikpapan. Yg jelas cuma cukup buat ditumpangi 6 orang plus pilot. Saking kecilnya itu pesawat, antara penumpang dan cockpit gak ada pembatas. Jd pilotnya ngapain aja kita bisa liat, bahkan iseng nawarin ke penumpang kalo ada yg mo nyoba pegang kemudi pesawatnya segala, ckckck...
Kalo naik pesawat kecil seperti ini ada hal yg unik. Penumpang harus ikut ditimbang bersama barang-barang bawaannya. Maklumlah kapasitas terbatas. Jd kalo penumpang terakhir kelebihan
Sepanjang penerbangan selama +/- sejam lebih itu, jantung saya gak berhenti berdebar. Membayangkan di bawah sana hamparan laut semua, dan kalo jatuh saya pasti langsung kelelep karena cuma menguasai renang gaya batu ;P. Mana pesawatnya tiap sebentar oleng-oleng. Serasa bagai layang-layang yg ditiup angin!
Pas landing juga kejadian bikin saya takjub. Body pesawat bergetar tak seperti biasanya. Ternyata, landasannya memang cuma tanah berkerikil yg diratakan! Pffiuuh...
Proses transfer bagasi pun cuma dilakukan secara manual dibantu semacam kereta-keretaan yg ditarik oleh seorang bapak tua. Di seputaran airstrip itu terlihat berkeliaran beberapa ekor anjing liar yg musti di usir-usirin dulu kalo ada pesawat yg mo landing, hihihi...
Pulau Sebuku menjadi rumah buat sebuah mining company. Dan mining company inilah yg mendominasi kehidupan di pulau ini selain penduduk lokal, babi hutan nakal dan monyet nakal. Sering terjadi kecelakaan tabrak lari yg disebabkan oleh babi-babi hutan yg suka nyebrang sembarangan ato tiba-tiba pamer serudukan :P.
Sebenernya yg paling berkesan adalah ketika saya dan teman-teman ditempatkan di sebuah rumah kayu yg persis beberapa meter dibelakangnya terdapat pantai perawan yg indah banget. Nikmatnya tidur dibuai suara debur ombak......
Sayang kesana itu dalam rangka kerja, sehingga semua keindahan dunia itu gak bisa dinikmati dgn maksimal :(
Fact: Katanya, Pulau Sebuku mengalami kerusakan akibat aktivitas penambangan. Bahkan lautnya pun tercemar tumpahan minyak/ oli yg berasal dr kapal pengangkut hasil tambang. Hal ini menyulitkan para nelayan karena ikan makin sulit ditemui...
Labels: my world
0 Comments
Post a Comment
« back home





Ria
6:03 PM



