When it means 'NO'

Saya paling gak suka kalo dipaksa. Kalo saya bilang tidak maka artinya adalah TIDAK. I do consider advices, but please don't use any unpleasant way to make me change my decision.
Beberapa hari kemarin ada seseorang yg mencoba memaksa masuk ke dalam kehidupan saya. Sebut saja namanya X.
Unfortunately, X can't take NO as an answer.
Saya rasa orang itu perlu belajar utk tahu kapan waktunya berhenti berjuang dan kapan perjuangan itu memang harus diteruskan...

Labels:

author Ria time 12:42 PM permalink Permalink comment

3 Comments

  • Blogger ISTRI LUCU said...
    da..dadada..da..da..

    adek cantik, sesuatu yg skr gak ptg, mkg nanti akan ptg! Yg ptg follow ur hearth deh..

    kmr2 kbtl aku pnh ada pengalaman ky gtu samapi akhirnya harus meminjam tgn bbrp senior yg berwenang utk menghentikan 'serangan2' nggak jelas itu..

    yg ptg ikhlas ya ria...
  • Blogger Gatoso said...
    Ahahah...temenmu itu penganut "Total Football" alias "Rawe2 Rantas Malang2 Putung"...anyway..NO boleh NO..tapi cara meng-NO-nya itu yang elegan yahh..other words..JANGAN GALAK2...:p
  • Blogger Ria said...
    Hahaha... i admit that emotion still speaks louder. But in the end i managed to beat my evil side :P. Untung itu bisa dihentikan sebelum terlalu jauh. Di level itu aja gw sampe nyaris kehabisan kata-kata baik saking dia gak ngerti-ngerti :P.
    Ato dia gak mau berusaha mengerti ya…
    Thanks God, it’s over now!

Post a Comment
« back home


Lilypie Baby Ticker